Headline News
Loading...

DPP IMM Serukan Kader se-Indonesia Aksi Teriakkan Kebenaran

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Konferensi Pers AMM yang dipandu oleh IMMawan Moh. Solihin

Jakarta, IMMJATIM.ORG - Mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Muslim (AMM) yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), sabtu malam (5/11) melakukan pernyataan sikap terkait Aksi Damai 4 November 2016 yang diadakan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jl. Menteng Raya. No. 62, Jakarta Pusat. Pernyataan sikap AMM dipandu oleh Mohammad Solihin (Ketua Bidang Hikmah DPP IMM) dengan narasumber Taufan Putra Revolusi Korompot (Ketua Umum DPP IMM) dan Kartika Nur Rahman (Ketua Umum PP KAMMI).

Dalam pemaparannya, Taufan menyoroti sikap pemimpin maupun aparat hingga mengatakan bahwa "demokrasi telah mati". "Di depan mata, kita menyaksikan demokrasi telah mati, kedaulatan bangsa tergerus. pemimpin merakyat hanya pencitraan, pemimpin tegas hanya klaim, kerusuhan, jatuhnya korban saat aksi bela islam (4/11), karena pemimpin yang tak sesuai antara perkataan dan perbuatannya," paparnya.

Aksi Damai Bela Islam #2  (4/11) merupakan akumulasi dari tidak tegaknya hukum dengan baik. "Disini kami berpandangan bahwa Presiden tidak tegas dan tidak menunjukkan pembelaannya terhadap umat. Nawacita menjadi dukacita dan Trisakti telah mati, sedangkan pemimpin merakyat hanya pencitraan, para pemilik modal, korporasi, kelompok berdasi yang merampok dan menjarah bangsa ini, dijamu dengan baik oleh presiden Jokowi di istana. Sementara rakyat Indonesia, para ulama, para habib, dan umat Islam yang menyatakan aspirasinya malah diabaikan," lanjutnya.

Kami menyesalkan Presiden Jokowi malah meninggalkan istana, demi meninjau proyek di Jakarta. Pemimpin dikendalikan para pemilik modal dan korporasi asing. Setelah insiden, Pak Jokowi baru muncul dilayar televisi dengan mengatakan aksi yang dilakukan ratusan ribu umat Islam itu telah dituganggi. Sebuah sikap kekanak-kanakan dan tidak negarawannya Presiden Jokowi, padahal para ulama dan umat sangat ingin bertemu dengan pemimpinnya.

Kami hanya menunggu Pak Jokowi memberikan statement tentang kepastian hukum kasus penistaan agama oleh gubernur DKI. Tetapi Pak Jokowi menuding aksi tersebut telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik. Pernyataan yang tak etis, provokatif, dan tentu saja tidak bisa diterima.

Jika para ulama, habib, tokoh Muhammadiyah, Tokoh NU yang turun saat aksi (kemarin) tanpa atribut agar bersatu bersama umat, memperjuangkan agama, temasuk sikap DPP IMM, dan PB KAMMI tidak memberikan instruksi adalah demi menjaga persatuan umat walau secara cultural kami ikut turun demi tegaknya keadilan dan hukum, dan murni perjuangan demi menjaga keberagaman, namun dituding ditunggangi oleh aktor-aktor politik. 

Maka, kami menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Tuntut presiden jokowi bertangung jawab dan meminta maaf kepada seluruh umat islam atas Pidato yang disampaikan.

2.Medesak Pemerintah agar hukum ditegakan tanpa pandang bulu Termasuk pada kasus dugaan penistaan agama oleh ahok. Dan kami akan mengawal proses hukum tersebut dengan memberi ultimatum 3X24 jam menjadi tersangka, jika tidak maka ini akan menjadi awal dari gerakan kami.

3. Wujudkan kedaulatan ekonomi dan kedaulatan politik, menuju negara berdaulat : Laksanakan pasal 33 UUD 1945 secara konsekuen untuk hapuskan UU yang berbau liberal, Renegorsasi kontrak karya, usir Freeport dari bumi lndonesia, Minimalisir Impor dan Bangun industri Nasional.

Saat ini kami menginstrusikan kepada seluruh kader IMM dan KAMMI diseluruh Indonesia serta menghimbau kepada seluruh mahasiswa se-Indonesia, untuk turun ke jalan, baik di depan kampus, di depan kantor DPR, dan lain sebagainya. Teriakkan suara kebenaran! (Ubay/Rika)

Sumber : 
- trendjakarta.com/
- DPP IMM
Share this article :
+
Previous
Next Post »
2 Komentar untuk "DPP IMM Serukan Kader se-Indonesia Aksi Teriakkan Kebenaran"

Kebenaran adalah hal yang mutlak untuk dibela. Dan sekarang pembelaan kita untuk rohingya bagaimana???

http://www.immjatim.org/2016/11/konflik-muslim-rohingya-sikap-dpp-imm-kammi-indonesia-myanmar.html

http://www.immjatim.org/2016/11/dpp-imm-desak-putuskan-segala-hubungan-usir-myanmar-muslim-rohingya.html