Headline News
Loading...

Redaktur Malang Pos : Mari Diet Medsos

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Redaktur senior Malang Pos, Drs. Husnun N. Djurait, M.Si dalam penyampaiannya

Sidoarjo, IMMJATIM.ORG - Redaktur Malang Pos, Drs. Husnun N. Djurait, M.Si yang menjadi pembicara dalam Kajian Fiqh "Media Sosial" pada Sabtu (28/1) di Aula UMSIDA mengatakan bahwa penting bagi umat islam untuk memulai diet medsos.

"Mari kita diet dalam menggunakan medsos dengan lebih selektif menyaring informasi-informasi disana," ucapnya.

Banyak hal bisa diupayakan untuk mulai memulai diet medsos, misalnya (1) lebih selektif dalam menerima dan menyebarluaskan informasi dari atau melalui media sosial, (2) lebih banyak membaca sehingga kita dapat lebih mudah dalam mem-filtrasi berbagai jenis informasi, (3) membandingkan informasi dengan media-media lain, dan (4) tidak dengan mudah menyebar informasi sebelum benar-benar diverifikasi dengan baik terkait validitas informasi yang akan disebarkan.

"User internet di Indonesia ini sebesat 134 juta dari populasi sekitar 250 juta penduduk. Secara global, ada 3,4 milyar pengguna internet dari total populasi penduduk dunia sebesar 7,5 milyar, dan mayoritas dengan mudah menyebarluaskan info yang belum tentu valid, bahkan banyak yang hoax, maka kita harus memulai budaya baru untuk lebih pintar dalam menyaring info dari medsos," ungkap pria yang juga pernah menjadi bagian Jawa Pos tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bisnis media, terutama media sosial merupakan bisnis yang menjanjikan, lihat saja nilai penjualan WhatsApp oleh Facebook sebesar USD 19 milyar (setara 258 triliun). "Maka kita jangan terjerat disitu, kita harus lebih pandai," ucapnya.

Banyak penyalahgunaan informasi di media sosial yang terjadi, seperti info atau berita yang tanpa verifikasi, banyak pendendam dan umpatan antar user, kurang bahkan tidak adanya kontrol dalam penggunaan medsos, informasi-informasi yang agresif yang menyerang pihak lain bahkan dengan umpatan dan fitnah, banyaknya informasi-informasi hoax, hingga identitas palsu pemilik akun medsos dalam menyalahgunakan fungsi medsos, dan sebagainya. "Ini yang harus kita cermati dan hindari," ujar redaktur senior tersebut.

"Dan yang lebih celaka," lanjutnya, "adalah bahwa info di medsos cenderung dianggap selalu benar oleh para usernya," pungkas pria yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut. (ubay)
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Redaktur Malang Pos : Mari Diet Medsos"