Headline News
Loading...

Diskusi dengan Warga Tumpang Pitu : PT. BSI dan Media Mainstream Hanya Klaim Sepihak

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Aksi yang dilakukan warga pada Sabtu (18/3)

DPD IMM JAWA TIMUR MENDUKUNG PENUH SIKAP WARGA LERENG GUNUNG TUMPANG PITU BANYUWANGI UNTUK MENOLAK TAMBANG DAN PEMASANGAN ALIRAN LISTRIK UNTUK PERTAMBANGAN.

Banyuwangi, IMMJATIM.ORG - Bukan persoalan iba dan simpatik sehingga DPD IMM Jawa Timur Terdorong miliki sikap yang kongkrit untuk mendukung rakyat Gunung Tumpang Pitu yang menolak tambang dan pendirian aliran listrik untuk tambang emas. Melainkan atas dasar kesadaran kami selaku akademisi muslim yang bersandar akan keilmiahan ilmu dan pengetahuan, bahwasanya sudah terlalu banyak bukti di negeri ini sumber kekayaan dieksploitasi dan merusak ekosistem alam yang subur dan kaya ini.

Terlebih hanya untuk memperkaya segelintir elit dan borjuasi komparador yang bekerjasama dengan pihak-pihak swasta mapun asing. Cukup banyak pelajaran yang bisa kita ambil, bagaimana Alam menjadi punah, rakyat tergusur dari huniannya, dan kehilangan mata pencahariannya untuk sekedar bertahan hidup.

Kita yakin bahwa rakyat Banyuwangi terkhusus di lereng Tumpang Pitu, sudah sadar bahwa dengan adanya pertambangan, mereka akan kehilangan pertahanan hidup yang bersumber dari Alam sekitar (nelayan, pertanian dan wisata alami). Dengan modal kesadaran tersebut mereka konsisten menolak tambang emas yang saat ini berlangsung, Sabtu (17/03).

Tentu segala upaya untuk memanipulasi warga dan bentuk intimidasi terus dilakukan (intimidasi mulai yang halus hingga keras atau represif), tak luput pihak pemerintah bersama aparatur negara, serta PT BSI selaku perusahaan yang akan mengeksploitasi, tentu mendukung hal ini, salah satunya dengan melakukan pemberitaan yang tidak tepat atas klaim warga mendukung tambang.

Dari sikap yang dilakukan oleh DPD IMM Jawa Timur yang turun langsung ke lokasi terdampak untuk membaca keadaan rakyat tumpang pitu, serta bertemu langsung dengan warga. "Sehingga kita masih diberi secercah cahaya terang dengan dipertemukan dengan beberapa aktivis yang getol menolak tambang," ujar Baikuni Alshafa, Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Jawa Timur yang memantau langsung kondisi di Tumpang Pitu.

Salah seorang warga menjelaskan tentang sikap yg diambil. "Kita menentukan sikap secara kongkrit, menolak tambang, titik, tanpa koma, karena kita peduli atas keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan serta kekayaan alam", tegasnya pada DPD IMM Jawa Timur ketika ditanya. 

Artinya DPD IMM Jawa Timur terdorong untuk terus bersolidaritas dan mendukung penuh atas penolakan tambang dibelahan manapun. Serta terus belajar dari semangat perlawanan yang dilakukan rakyat Tumpang Pitu, Banyuwangi, yang hingga detik ini butuh dukungan dan persatuan dari seluruh rakyat Indonesia.

Berikut kronologi yang bisa kita pantau dari saudara- saudara kita yang masih peduli akan keberlangsungan ekosistem alam serta pertahanan ekonomi yang diambil dari kekayaan alam secara alamiah (tani dan nelayan).

Dengan ini DPD IMM JAWA TIMUR MENDUKUNG SEGALA BENTUK AKSI yang dilakukan warga lereng Gunung Tumpang Pitu, pada Sabtu (18/3), pukul 15.00. Dalam hal ini warga sekitar Gunung Tumpang Pitu menggelar aksi sebagai bukti bahwa warga (rakyat) tidak pernah bersepakat dengan pembangunan jaringan listrik untuk perusahaan tambang di Gunung Tumpang Pitu. "Penolakan kami (warga) juga termasuk menolak adanya aktivitas pertambangan emas di gunung yang menjadi kawasan tangkapan air tersebut," ujar seorang warga.

Terlebih aksi ini (red.warga) untuk merespon keras atas klaim sepihak dari PT. Bumi Suksesindo (BSI), yang menyebutkan warga telah bersepakat atas pemasangan jaringan listrik untuk kepentingan pertambangan. Siaran pers PT. BSI itu antara lain dimuat di Radar Banyuwangi, edisi 17 Maret 2017 dan Detik.com edisi 16 Maret 2017 .

"Kami tegaskan bahwa kami menghentikan aksi yang telah berlangsung pada 4-11 Maret 2017 bukan karena telah bersepakat dengan perusahaan, atau menerima uang untuk bungkam," kata seorang warga. 

Dikatakan bahwa aksi berhenti untuk sementara karena mendapat intimidasi dari aparat keamanan pada hari terakhir aksi, yang mengeluarkan 50-an warga secara paksa dari lubang galian listrik. Intimidasi tersebut telah menyebabkan sedikitnya 3 perempuan luka-luka, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Klaim sepihak yang dilakukan PT. BSI di media massa tidak berdasarkan fakta dan hanya berupaya untuk memecah belah massa rakyat. 

Penolakan warga atas pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu telah berlangsung sejak 2008. Namun puluhan unjuk rasa warga, tidak membuat pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat menghentikan atau mencabut izin usaha pertambangan.

Sebaliknya pemerintah lebih berpihak memfasilitasi kepentingan perusahaan tambang daripada melindungi keselamatan warga dari bahaya tambang, seperti ancaman limbah sianida dan ancaman krisis air.

Sejak perusahaan tambang datang, telah menyebabkan konflik horizontal di masyarakat dan kami kehilangan 1.900 hektare hutan lindung Gunung Tumpang Pitu yang dibongkar untuk kepentingan perusahaan tambang. Hadirnya tambang telah nyata menyebabkan bencana sosial dan perubahan ekologi yang mengancam masa depan kehidupan. 

Oleh karena itu, SEKALI LAGI, kami tetap menolak pertambangan emas dan mendesak Presiden RI untuk memerintahkan pejabat di bawahnya mencabut izin usaha pertambangan di Gunung Tumpang Pitu..!!!

DPD IMM JATIM Mengutuk tegas segala bentuk intimidasi yang dilakukan aparatur negara terhadap warga Gunung Tumpang Pitu (atas sikap penolakannya). Serta jangan adu domba rakyat dengan segala bentuk kompromi. Warga hanya meminta dihentikannya eksploitasi pertambangan emas alias TOLAK TAMBANG..!!

MELAWAN ATAU PUNAH..!!
HIDUP RAKYAT..!!

Pesanggaran, 18 Maret 2017.
(kutipan serta diskusi langsung bersama rakyat Banyuwangi).

Narahubung :
Yogi Turnando (082338309789)
Ibu Armi (085336001550)
Taufiq (085339349699)




Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Diskusi dengan Warga Tumpang Pitu : PT. BSI dan Media Mainstream Hanya Klaim Sepihak"