Headline News
Loading...

Kendeng Berduka, Mahasiswa Galang Aksi Solidaritas

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Aksi solidaritas IMM dan SMART, Malang

Malang, IMMJATIM.ORG - Sekumpulan massa aksi dari Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat Tertindas (SMART) menggelar aksi solidaritas di depan gerbang masuk Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) atas meninggalnya salah satu aktivis penolakan terhadap rencana pendirian dan pengoperasian pabrik semen milik PT. Semen Indonesia di Rembang dan pabrik semen lainnya di Pegunungan Kendeng, Selasa (21/3) malam.

Pada Kamis (16/3), Patmi (48), beserta lebih kurang 55 orang warga dari Kabupaten Pati dan Rembang bergabung untuk melakukan aksi pengecoran kaki dengan semen di seberang Istana Presiden, Jakarta. Dua puluh orang dari yang datang memulai mengecor kaki di hari Kamis tersebut. Patmi adalah salah satu massa aksi yang mengecor kaki. Ia datang sekeluarga dengan kakak dan adiknya dengan seizin suaminya.

Pada hari Senin (20/3) sore, perwakilan warga diundang Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki untuk berdialog di kantor KSP. Pada pokoknya, perwakilan menyatakan menolak skema penyelesaian konflik yang hendak digantungkan pada penerbitan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang sama tertutupnya dan bahkan sama sekali tidak menyertakan warga yang bersepakat menolak pendirian pabrik semen PT. Semen Indonesia dan pabrik semen lainnya di Pengunungan Kendeng tersebut. 

Sejak Senin (20/3) kemarin, aksi cor kaki menggunakan semen itu diputuskan untuk meneruskan aksi dengan mengubah cara. Sebagian besar warga akan pulang ke kampung halaman, sementara aksi akan terus dilakukan oleh 9 orang. Patmi adalah salah satu yang akan pulang sehingga cor kakinya dibuka Senin malam dan persiapan untuk pulang Selasa (21/3) pagi. 

Kurang lebih pukul 02.30 Selasa dini hari setelah mandi, Patmi mengeluh badannya tidak nyaman lalu mengalami kejang-kejang dan muntah. Dokter yang sedang mendampingi dan bertugas segera membawa Patmi ke Rumah Sakit St. Carolus Salemba. Menjelang sampai di rumah sakit, dokter mendapati Patmi meninggal dunia. Pihak RS. St. Carolus menyatakan bahwa Patmi meninggal mendadak pada sekitar 02.55 dengan dugaan jantung.  Pada Selasa pagi, jenazah Patmi dipulangkan ke Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati untuk dimakamkan di desanya.

“Kami segenap warga negara Indonesia yang ikut menolak pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng dan sekaligus berduka atas kematian Bu Patmi dalam aksi protes penolakan yang dilakukan di depan Istana President,” terang humas aksi Ucang, mahasiswa jurusan Teknik Industri UMM ini.

Dilanjutkan Ucang, aksi tersebut juga menegaskan kekecewaan massa aksi terhadap tumpulnya kepekaan politik para pengurus negara, termasuk pengingkaran tanggungjawab untuk menjamin keselamatan warga negara dan keutuhan fungsi-fungsi ekologis dari bentang alam pulau Jawa, khususnya kawasan bentang alam karst Kendeng. 

“Sungguh ironis, bahwa di satu pihak pemerintah Republik Indonesia menggembar-gemborkan itikad dan tindakan untuk ikut menjadi resolusi sejati dari krisis perubahan iklim dan hilangnya keragaman hayati, menegakan hukum dan melakukan pembangunan dari pinggiran,” lanjut Ucang. 

Kematian Patmi, kata Ucang, menjadi saksi bagi seluruh dunia, bahwa warga masyarakat Indonesia masih harus menyatakan sikapnya sendiri, karena tidak adanya pembelaan sama sekali dari unsur pemerintahan yang seharusnya mengurus nasib warga negaranya. 

“Kami juga menyampaikan kepada kalangan berpendidikan tinggi yang justru memilih peran sebagai juru sesat untuk mengaburkan duduk perkara asalah yang tengah dilawan oleh warga Kendeng,” tandas Ucang. (acs/ubay)

Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Kendeng Berduka, Mahasiswa Galang Aksi Solidaritas"