Headline News
Loading...

Tanggapan Haedar Nashir Terhadap Vonis 2 Tahun Ahok

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Dr. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum PP Muhammadiyah

Yogyakarta, IMMJATIM.ORG - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis hukuman 2 tahun penjara oleh majelis hakim dalam kasus penistaan agama yang menjeratnya akibat pernyataannya di Kepulauan Seribu, September 2016 lalu. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pun angkat bicara dan menilai bahwa hakim telah cukup adil dalam memberi keputusan, sehingga layak untuk diberi apresiasi.


"Sebelumnya publik meragukan majelis hakim akan berani ambil keputusan tegas, sebagaimana jaksa yang dianggap tidak memahami rasa keadilan, namun hari ini kita melihat keadilan itu dari hakim," ucap Haedar.

Di tengah begitu besar tekanan dari berbagai penjuru, apalagi jaksa yang menuntut dengan ringan, menurut Haedar, hakim cukup berani mengambil keputusan dengan memberi hukuman selama 2 tahun tersebut. “Memang bukan hukuman maksimal, tetapi relatif cukup sepadan,” ucap Haedar.

Bagi yang tidak puas dengan putusan tersebut, baik yang menganggap ringan atau sebaliknya berat, maka menurut Haedar dapat ditempuh dengan jalur banding.

Haedar juga berharap agar umat Islam tidak perlu kembali berdemo. "Kerahkan energi untuk mengerjakan hal-hal yang lebih produktif dan sangat diperlukan, mengingat masih banyak hal yang tertinggal dari bangsa ini," tambahnya.

"Selain itu," lanjut Haedar, "Umat Islam tidak perlu juga euforia, tunjukkan sikap arif dan maaf sebagai wujud kemuliaan akhlak Islam," ujarnya. 

"Saatnya mengurusi agenda-agenda strategis untuk memajukan kehidupan umat dan bangsa, yang juga berat tantangannya," pungkas Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020.

Sebelumnya, Ahok divonis 2 tahun penjara dan diperintahkan ditahan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5). Ia terbukti bersalah melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

Ahok didakwa dengan pasal 156a tentang penodaan agama dengan pasal 156 KUHP sebagai alternatif. Kasus ini bermula saat Ahok mengutip Surat Al Maidah saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu. (mft/rzl)

Sumber :
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Tanggapan Haedar Nashir Terhadap Vonis 2 Tahun Ahok"