Headline News
Loading...

Mogok Buruh AMT, DPD IMM Jatim Nyatakan Dukungan

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Seruan digital tentang aksi mogok kerja nasional yang disebar (iluustrasi)

Surabaya, IMMJATIM.ORG - DPD IMM Jawa Timur Bersolidaritas Serta Menyatakan Sikap Dukungan Mogok Nasional Untuk Awak Mobil Tangki Pertamina Patra Niaga.


Bertepatan menjelang liburan panjang, buruh Awak Mobil Tangki (AMT) hari ini, Senin (19/6) melakukan mogok kerja secara Nasional, lantaran setelah berbagai perundingan dan negosisasi tak mendapatkan hasil atau tanpa kesepakatan yang memihak terhadap buruh. Justru pihak PT. Pertamina dianggap melakukan pelanggaran demi pelanggaran yang merugikan para pekerja.

Bidang Hikmah DPD IMM Jawa Timur menilai bahwasanya pemogokan tersebut sudah menjadi sebuah keniscayaan. "Bagi kami cara perusahaan melakukan PHK terhadap kurang lebih 400 AMT dari beberapa Depot yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, tidak bisa dibiarkan begitu saja," terang Baikuni Alshafa, Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Jawa Timur.

Ia melanjutkan bahwa dimana-mana kaum buruh melawan PHK, diskriminasi serta intimidasi langsung ataupun tidak langsung yang berujung pada PHK. "Kami akan berdiri bersama para buruh, serta DPD IMM Jatim mendukung pemogokan buruh transportasi Awak Mobil Tanki yang akan dilaksanakan pada 19-26 Juni 2017," tambahnya.

"Kami mendukung dikarenakan segala bentuk penindasan adalah musuh kami. Bangkit lawan hancurkan tirani penindas rakyat" jelas  alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Foto : Seruan digital tentang aksi mogok kerja nasional yang disebarkan (ilustrasi)

DPD IMM Jawa Timur meyakini bahwa masyarakat yang sadar akan selalu mendukung dan tidak akan mepermasalahkan jika ada kelangkaan BBM selama pemogokan berlangsung akibat berhentinya pendistribusian minyak. "Meskipun hal tersebut bertepatan dengan arus mudik menjelang liburan panjang idul fitri," tambahnya.

Hal ini tak sebanding dengan kesulitan perjuangan para buruh AMT yang rela tidak mampu menikmati liburan serta lebaran atas PHK yang dihadapinya. Jika diukur kesulitan masyarakat hanya dalam hitungan hari sejak mogok nasional tersebut berlangsung. Sementara para AMT dan para keluarga yang selama ini berjasa besar menyuplai BBM ke depot-depot, akan menderita akibat PHK selama jangka waktu yang tidak bisa dipastikan. 

"Aktivitas transportasi dan pendistribusian minyak pasti banyak terhenti. Ini adalah kesalahan pemerintah, yang merupakan satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab atas semua hal tersebut. Tujuan kami bukan untuk menciptakan kelangkaan BBM, melainkan untuk membuat suara kami terdengar dan menekan pemerintah untuk mendengar kami dan menghormati hak-hak kami," jelas salah seorang buruh AMT.

Video dukungan dari berbagai elemen masyarakat mahasiswa, buruh, buruh tani ramai mendukung dan lantang menyuarakan dukungan mogok nasional yang dilakukan AMT PT. Pertamina, seperti halnya DPD IMM Jawa Timur yang juga menyuarakan dukungan atas pemogokan tersebut.

Peristiwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan Crew Awak Mobil Tangki (AMT) PT. PERTAMINA yang dilakukan oleh PT. Garda Utama Nasional dibeberapa Depot/TBBM PT. Pertamina Patra Niaga (PT. PPN) tepat pada hari pertama di bulan Ramadhan 1438H. Serta sikap yang tidak taat pada syarat, norma serta UU Ketenagakerjaan yang dilakukan oleh pihak PT. PERTAMINA PATRA NIAGA dan PT. ELNUSA PETROFIN, tidak hanya melukai rasa KEADILAN para Crew Awak Mobil Tangki (AMT), yang mana selama ini justru sudah memberikan income kepada Negara dan memberikan keuntungan besar pada perusahaan melalui kerja kerasnya mendistribusikan Bahan Bakar Minyak dan LPG sebagai sebuah komoditi vital bagi masyarakat di Negara ini. 

Tapi juga sudah menciderai AZAS DAN TUJUAN dibentuknya Undang Undang Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, dimana dalam Pasal 2 Undang Undang a quo dengan tegas dijelaskan bunyinya "Penyelenggaraan kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi yang diatur dalam Undang-Undang tersebut berasaskan ekonomi kerakyatan, keterpaduan, manfaat, keadilan, keseimbangan, pemerataan, kemakmuran bersama dan kesejahteraan rakyat banyak, keamanan, keselamatan, dan kepastian hukum serta berwawasan lingkungan."

Kita yakin bahwa pemogokan nasional yang dilakukan AMT semua itu akibat kondisi mereka yang tertindas. Tidak ada pilihan lain kecuali melawan, karena diam akan membuat mereka semakin tertindas. 

Jika pemogokan tersebut dipersoalkan, maka ketahuilah, bahwa mogok kerja adalah hak dasar kaum buruh. Pelaksanaannya dijamin konstitusi, yang tak seorang pun boleh menghalang-halangi, baca UU No 13 Tahun 2013.

DPD IMM Jawa Timur menghimbau dan meminta kepada para penegak hukum agar tidak melakukan tindakan yang Represif terhadap aksi mogok kerja buruh Pertamina Patra Niaga, yang dilaksanakan perdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Foto : Seruan digital terkait aksi mogok nasional buruh AMT yang disebarkan (ilustrasi)

Oleh karenanya, dalam AGENDA MOGOK KERJA ini, kami DPD IMM Jawa Timur mendukung Mogok Nasional dan Menuntut:

1. HAPUSKAN SISTIM KONTRAK- Out Sourcing di lingkungan Kerja PT.Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Tbk;

2. Angkat Seluruh Crew Awak Mobil Tangki PT. Pertamina Patra Niaga sebagai Karyawan Tetap di PT. Pertamina Patra Niaga dan Laksanakan Isi Nota Pemeriksaan Sudinakertrans Jakarta Utara Nomor 4750/-1.838 tertanggal 26 September 2016 !!! (Salinan Nota Pemeriksaan dan Nota Pemeriksaan Khusus-Terlampir);

3. Angkat Crew Awak Mobil Tangki PT. Elnusa Petrofin (Makasar) dan Crew AMT PT. Kopenusa (Jambi) sebagai Pekerja Tetap di PT. Elnusa Tbk;

4. Terapkan Waktu Kerja 8 (delapan) Jam sehari dan Hapus Sistim Performansi serta bayarkan Upah Lembur sesuai ketentuan Kepmenakertrans KEP-102/MEN/VI/2004 apabila Crew AMT bekerja melebihi waktu kerja 8 (delapan jam sehari);

5. Bayarkan Iuran BPJS secara rutin untuk menghindari penolakan dari pihak Rumah Sakit/Klinik apabila Crew AMT dan Segera Bayarkan reimbursement  untuk biaya pengobatan/perawatan  yang telah dikeluarkan oleh Crew AMT pada saat berobat akibat sakit atau akibat insiden kecelakaan kerja;

6. Hentikan Sistim “BLOKIR” Upah dan Absen-finger print Crew AMT apabila Crew AMT mengalami Insiden kecelakaan kerja atau indisipliner, karena terhadap tindakan indispliner sejatinya diberlakukan pengenaan Surat Peringatan Bukan “BLOKIR” Upah/Absen finger print;

7. Batalkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Crew AMT PT. Pertamina Patra Niaga yang sudah dilakukan oleh pihak Vendor PT.Sapta Sarana Sejahtera dan PT. Garda Utama Nasional (Plumpang/Merak),PT. Ceria Utama Abadi (UJB/Padalarang/Tasik), PT. Absolute Service (Lampung);

8. Bayarkan Pesangon kepada Crew AMT PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin (Makasar) yang sudah memasuki usia Pensiun dengan memperhitungkan masa kerja masing masing Crew Awak Mobil Tangki yang bersangkutan;

9. Bayarkan Upah kepada 24 Orang Crew AMT Depot Panjang yang sudah di PHK Secara sepihak oleh PT. ABSOLUTE Service terhitung sejak Crew AMT tersebut tidak dipekerjakan di lingkungan kerja PT.Pertamina Patra Niaga – Depot Panjang-Lampung;

10. Bayarkan Pesangon dan Upah Proses bagi Pekerja yang bertugas sebagai OB/Cleaning Service dan petugas Krani di PT. Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang yang sudah di PHK oleh Manajemen sejak bulan September 2016;

11. Berikan Hak atas CUTI Tahunan bagi Crew AMT yang sudah menjalani masa kerja 1 tahun dan Cuti Panjang bagi Crew AMT yang sudah menjalani masa kerja lebih dari 7 (tujuh) Tahun;

12. Bayarkan Rapelan Upah Lembur Bagi Crew Awak Mobil Tangki yang selama ini di pekerjakan selama 12 (Dua Belas) jam sehari.

Bangkit Melawan Bersama Rakyat Tertindas..!!!
Fastabiqul Khoirot..!!!
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Mogok Buruh AMT, DPD IMM Jatim Nyatakan Dukungan"