Headline News
Loading...

Budaya Literasi untuk Bangkitkan Peran IMMawati

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Peran IMMawati (ilustrasi)

Surabaya, IMMJATIM.ORG - Kaum wanita diciptakan Allah SWT di dunia agar berdampingan dengan laki-laki, beramal dan berjuang untuk mencukupi keperluan pembinaan masyarakat, memelihara dan memakmurkan dunia. Wanita sangat diharapkan untuk  turut memelihara dan menjaga serta meningkatkan martabat manusia sebagai penghuni dan pemakmur dunia, seiring serta sejalan-langkah dan gerak kaum laki-laki yang kesemuanya itu akan "sukses" dicapai bilamana dibekali dengan ilmu pengetahuan serta dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT. 


"Hal yang demikian secara seksama menampilkan semangat egalitarianisme yang tidak membedakan laki-laki dan perempuan dalam bidang keilmuan," ungkap Nur Aini Azizah, Ketua Bidang IMMawati (bidang khusus perempuan) Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur.

Dengan visi Bidang IMMawati untuk membentuk komunitas yang beradab, dibarengi dengan penciptaan relasi gender sebagai hubungan antara laki-laki dan perempuan terjalin secara terbuka, setara dan adil sesuai nilai-nilai islam, maka tugas IMMawati adalah untuk mewujudkan keadilan dan berujung dalam ranah kemanusiaan universal. 

"IMMawati memiliki tugas besar untuk turut serta mendorong terhapusnya tindakan yang menyebabkan terciptanya dinding penghalang  bagi potensi perempuan baik itu berupa kebijakan publik maupun budaya. Bentuk dari semua itu dapat kita temui bahwa dalam dunia nyata masih banyak kebijakan serta budaya yang mensubordinasi, kekerasan, dan lain sebagainya," jelas Alumnus Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya tersebut pada Jum'at (4/8).

Bidang IMMawati merupakan bidang yang berfungsi meneguhkan jati diri kader perempuan dan mengawal kultur "adil" gender terarus.  Pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan dapat direlisasikan dalam waktu singkat, melainkan perlu kesinambungan kedepannya.

Dalam konteks kekinian yang rentan terhadap krisis kemanusiaan dan nilai, IMMawati selayaknya menjelama menjadi perempuan berkemajuan dengan paradigma profetik yang menerjemahkan ajaran agama sebagai ajaran yang responsif terhadap problem kemanusiaan, berpihak kepada kaum mustadh’afin. "Untuk itu IMM khususnya bidang IMMawati perlu melakuakan ijtihad gerakan untuk perempuan," tambah wanita asal Lamongan itu.

"Sebagai salah satu langkah untuk membekali kader (IMMawati) dengan ilmu sebagai langkah awal untuk mewujudkan visi besar itu, kita fasilitasi dengan pengadaan buku sebagai literatur bacaan kader yang InsyaAllah sudah disesuaikan dengan silabus perkaderan, dan InsyaAllah akan segera kami realisasikan dalam waktu dekat, nanti buku-bukunya itu kita distribusikan ke cabang-cabang dan mereka harus memasifkan kajian-kajian ke-IMMawati-an," terang Azizah saat dihubungi via WhatsApp.

Foto : Contoh buku-buku keperempuanan yang akan didistribusikan ke tiap cabang

"Melihat kondisi perempuan saat ini," lanjutnya, "pada umumya minim kesadaran akan peran sosial, masih terkukung dangan paradigma tertentu yang kurang tepat sehingga berakibat kelumpuhan gerakan IMMawati, merasa inferior, minim kualitas dan kapasitas, mindset berpikir yang kurang menyeluruh, dan sebagainya," kata Azizah yang juga tengah bersiap untuk hadir dalam Silaturrahim Nasional (Silatnas) IMMawati pada 10 hingga 13 Agustus mendatang.

Azizah menekankan bahwa pengadaan buku sebagai literatur bacaan IMMawati akan membangun pemahaman IMMawati akan tugasnya. "Ini upaya untuk mencapai target gerakan perempuan, kita mulai dari hal yang mendasar, salah satunya Capacity Building dan penguatan konsep diri bagi perempuan," pungkasnya. (ubay)
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Budaya Literasi untuk Bangkitkan Peran IMMawati"