Headline News
Loading...

Perempuan dan Pilihannya

Baca Kabar ini juga . . .

Perempuan dan Pilihannya
oleh : Kasmawati Ahmad

Apa yang kalian pikirkan mengenai perempuan? Mahluk dengan dua payudara dan tubuh semampai serta tidak ketinggalan kemampuan produksinya. Ini adalah gambaran umum perempuan yang dibangun dari konstruk sosial yang dimulai sebelum masehi. Para filsufpun pada masa itu menganggap eksistensi perempuan tidak bisa disamakan dengan lelaki kata kotornya dia hanya hewan betina. Lalu jauh dari masa tersebut peradaban telah mengalami beberapa perubahan signifikan disetiap elemen kehidupan dari yang hidup (binatang purba, alam dan lain-lain), mati (alat-alat penunjang kehidupan) sampai isi kepala manusia (ideologi, norma, konstruk berfikir dan lain-lain). Namun sayangnya, hal itu tidaklah mengubah sudut pandang perempuan-perempuan pada umumnya dan perempuan indonesia khususnya. Padahal secara sejarah sudah 1407 tahun berlalu semenjak nabi Muhammad menyuarakan hak perempuan, 145 tahun berlalu semenjak kata feminis pertama kali di suarakan di perancis, , dan 94 tahun semenjak sekolah agama islam perempuan pertama di indonesia dibangun oleh Rahmah El Yunusiyah serta masih banyak lagi goresan sejarah yang diukir untuk membuka pemikiran perempuan.


Sistem gender yang tidak egaliter membawa perempuan-perempuan dari masa ke masa terjebak pada lebel kecantikan dan ketergantungan seksual semata. Dia harus tampil cantik untuk mengikat lawannya. Pilihannya terbatas karena budaya patriarki mencakup  sifat dasar sesuatu menjadi kekuasaan lelaki sedangkan perempuan diberikan sisa tempatnya yang tidak penting. Perempuan terjebak dalam pendidikan yang terbatas, pergaulan yang sempit, pilihan politik yang tergantung, dan mulut, pikiran, dan indranya yang dikotakkan. Andai kata menjanda tidak dicerca, terlambat menikah tidak dihina, penampilan tidak dibandingkan, dan ruang publik adalah tamannya perempuan sudah pasti perempuan akan sejajar seperti manusia lainnya yakni lelaki seperti firman-firman tuhan yang diangkat dalam al-quran. Karena bedanya dua jenis seks ini hanya pada amal pebuatannya saja.

Yang perlu diingat, ada lebih seribu dua ratus jenis pekerjaan didunia ini lalu kenapa perempuan masih memiliki tiga jenis pilihan untuk hidup dibanding lelaki. Istri, ibu, dan pembantu adalah pilihan sempit yang diberikan lingkungan. Parahnya, pendidikan tidak cukup untuk membuka kerangka ini. Ketika Malala Yousafzai rela ditembak pada usia 15 tahun untuk menyuarakan kemerdekaan pendidikan untuk perempuan, perempuan Indonesia malah nyaman dengan posisi mengejar standar iklan-iklan mengenai kesempurnaan dengan menyampingkan keterbukaan ruang untuknya.

Hanyut dalam kalimat baper dan tergantung dengan lelaki yang notabennya makhluk visual. Perempuan masa kini mulai mencari aman untuk sembunyi lalu apa kabar perempuan masa depan nanti? Hak individu perempuan telah ada dan diakui sekarang ini. Satu-satunya tugas perempuan adalah berani mengambilnya. Berani untuk berbicara di depan umum, berdiskusi mengenai hal tabuh, dan hidup sejajar dengan lawan sex-nya dengan beribu pilihan pekerjaan diluar sana.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Perempuan dan Pilihannya"