Headline News
Loading...

Primordialisme Pemuda Hambat Kemerdekaan Hakiki

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Fajrin Fadillah menyampaikan materi dalam kajian memperingati HSP ke-89 PD IPM Pasuruan

Pasuruan, IMMJATIM.ORG Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai salah satu tonggak sejarah perjuangan Indonesia dimana para pemuda-pelajar bersatu meninggalkan ego diri dan primordialisme daerah demi perjuangan kemerdekaan Indonesia.


Namun, menurut Fajrin Fadillah, mantan Ketua Bidang Hikmah PC IMM Malang Raya 2016-2017, semangat persatuan tersebut belum terejawantahkan pada praksis gerakan sosial pemuda saat ini. “Jaman dulu, dengan segala keterbatasan, pemikiran mereka sudah sangat visioner, mampu memproyeksikan bagaimana agar Indonesia merdeka dan masyarakatnya sejahtera,” ujarnya.

Fajrin yang dihadirkan sebagai pembicara dalam kajian Bidang Advokasi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Pasuruan dalam memperingati 89 tahun Sumpah Pemuda hari ini, Ahad (29/10) itu mengatakan bahwa pemuda-pelajar saat ini terkotak-kotakkan terhadap primordialisme organisasi dan kelompok tertentu.

“Tidak ada persatuan dalam praktik gerakan sosial yang dilakukan,” jelas kader IMM “Renaissance” FISIP UMM itu.

“Harusnya,” lanjut Fajrin, “dengan berbagai kemudahan yang ada, baik akses informasi, fasilitas, dan sebagainya, pemuda sekarang harus punya gagasan yang lebih maju,” ungkapnya.

Kader-kader IPM sebagai bagian dari pelajar Indonesia juga harus mengambil peran dalam perjuangan bangsa Indonesia ke depan, yakni dengan menjadi pelopor gerakan pelajar berkarakter dan berkemajuan. “Yang dimaksud pelajar berkarakter dan berkemajuan adalah maju secara pemikiran dan tindakan, serta memiliki keunggulan karakter,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hal tersebut (berkarakter dan berkemajuan) sepenuhnya tertuang di dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diusung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia.

“Program PPK ini dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua PD IPM Pasuruan Achmad Fuad Hasyim dalam sambutannya menyampaikan perlunya kader IPM untuk turut merespon berbagai macam isu-isu dan permasalahan pemuda hari ini, terkhusus di kalangan pelajar. Ketika kita tidak memiliki spirit untuk bergerak serta tidak membangun mentalitas pemuda, maka kita akan terdegradasi. Utamanya dengan adanya perkembangan teknologi, yang secara tidak sadar terus menggerus spirit pergerakan pemuda hari ini.

“Maka, menjadi keharusan bagi generasi angkatan muda hari ini terkhusus kader-kader IPM untuk senantiasa mengambil spirit perjuangan Sumpah Pemuda dengan cara merefleksikan kembali sejarahnya melalui forum-forum kajian seperti ini,” pungkasnya. (acs)
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Primordialisme Pemuda Hambat Kemerdekaan Hakiki"