Headline News
Loading...

TOP 2 untuk Membangun Pola Berpikir Ilmiah

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Suasana pelaksanaan TOP 2

Pembangunan organisasi dalam perjuangannya mencapai tujuan senantiasa membutuhkan sumber daya kader yang mumpuni. Secara umum mereka harus memiliki pola pikir kritis dalam menganalisa kondisi internal organisasi dan situasi umum yang berkembang di masyarakat sehingga mereka baik personal maupun keorganisasian mampu mengambil langkah-langkah konkrit perwujudan cita-cita perjuangannya.


Begitu pula yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aufklarung Teknik Universitas Muhammadiyah Malang selaku Organisasi Kaderisasi Otonom Muhammadiyah.

Pendidikan filsafat dalam rangka memberikan pemahaman tentang pola pikir ilmiah menggunakan filsafat untuk diimplementasikan terkait kerja kinerja organisasi maupun masyarakat secara umum sehingga kader mampu melakukan analisa, dasar penyimpulan, dan solusi tindakan yang tepat atas situasi objektif yang ada.

Kegiatan ini termuat dalam agenda Thinking of Philosophy (TOP) 2 yang dilaksanakan pada Jum'at hingga Ahad (10-12/11) lalu di SMP Muhammadiyah 6, Jalan Wonogiri, Nomor 23, Lowokwaru, Malang, tempo lalu.

Agenda yang berlangsung selama 3 hari ini cukup menarik, karena muatan materi yang sulit dipahami sehingga membutuhkan konsentrasi yang menguras otak peserta. Tapi, disisi lain juga diselingi workshop dan games untuk menunjang materi yang diberikan dan membuat suasana forum menjadi lebih cair.

Peserta yang totalnya 30 orang terdiri dari 27 Pimpinan Rayon dan 3 Pimpinan Komisariat ini pun memberikan komentar yang beragam.

“Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata yang pasti bikin puyeng,” kata Alvin Pimpinan Rayon “Clapeyrons” Sipil.

“Berat tapi bermanfaat, setidaknya saya mengurangi pikiran subjektif saya terhadap kawan-kawan lain,” ungkap Rama Pimpinan Rayon “Curiosita” Elektro yang ditemui dua hari pasca agenda.

Immawati Rinda Pimpinan Rayon “Cakra Byawara” Industri mengatakan “Banyak manfaatnya. Salah satunya berfikir menyeluruh dan mengakar apalagi salah satu permasalahan di organisasi adanya sentimen karena subjektifitas yang tinggi. Nah kalau sudah dapat materi TOP harusnya bisa meminimalisir itu sama bisa juga mempermudah dalam kita memecahkan permasalahan dan menemukan solusi karena sudah tahu pokok permasalahannya dimana”.

Bidang keilmuan selaku penanggungjawab juga menegaskan maksud dari pelaksanaan agenda tersebut adalah untuk menjawab problematika pola pikir yang kurang tepat di organisasi seperti pandangan yang masih subjektif dalam menganalisa problem internal sehingga berpengaruh dalam pengambilan penyimpulan dan solusi atas problem tersebut.

Tidak berhenti pada diklat 3 hari saja, selanjutnya TOP 2 akan dilanjutkan dengan follow up.

Dari informasi yang dihimpun oleh tim redaksi, folow up dari TOP 2 ini ialah peserta akan melakukan edukasi dan mobilisasi kader baru ke agenda berikutnya sehingga materi filsafat yang dipahami peserta tidak hanya teoritik tekstual-kontekstual tapi juga praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "TOP 2 untuk Membangun Pola Berpikir Ilmiah"