Headline News
Loading...

DPD IMM Jatim Sikapi Kabar Simpang Siur Tentang Hasil Tanwir Sorong

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Halaman satu pernyataan sikap DPD IMM Jawa Timur terkait simpang siur hasil Tanwir IMM di Sorong

Foto : Halaman dua pernyataan sikap DPD IMM Jawa Timur terkait simpang siur hasil Tanwir IMM di Sorong

Surabaya, IMMJATIM.ORG - DPD IMM Jawa Timur yang turut berpartisipasi dalam gelaran Tanwir XXVII IMM di Sorong pada 12 hingga 15 Januari 2018 lalu memutuskan untuk menyatakan sikapnya terkait hasil Tanwir XXVII mengingat banyaknya kabar berita yang simpang siur dan diragukan kebenarannya. DPD IMM Jawa TImur menentukan sikapnya dalam 5 (lima) poin melalui surat resmi nomor 79/A-5/XIII/2018, tertanggal 20 Januari 2018 yang berisikan di bawah ini.

Dengan ini, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur menyatakan sikap terkait hasil Tanwir XXVII IMM di Sorong pada 12–15 Januari 2018, sekaligus menghimbau kepada seluruh Pimpinan Cabang (PC) IMM, Pimpinan Komisariat (PK) IMM, serta seluruh kader IMM se-Jawa Timur khususnya dan se-Indonesia bahwa:

1. Keputusan Tanwir IMM 2018, memutuskan kembali kepada Tanfidz Solo sebagai rujukan resmi atau pedoman organisasi (AD/ART IMM) dan proses gerak organisasi.
2. Memutuskan waktu pelaksanaan Tanwir pada bulan Mei sampai Agustus 2018 sesuai SK Kepengurusan DPP IMM melalui SK yg dikeluarkan PP Muhammadiyah terkait hasil pleno DPP IMM, tentang pergantian Taufan Putrev Korompot sebagai Ketua Umum DPP IMM periode 2016–2018.
3. Memutuskan hasil Rakornas IMM di Medan, hasil Lokakarya Perkaderan di Tasikmalaya, dan Grand Design IMMawati dalam Silatnas IMMawati di Jakarta.
4. Menetapkan 4 (empat) DPD IMM sebagai calon tuan rumah Muktamar, yaitu DPD IMM Jawa Barat, DPD IMM Jawa Timur, DPD IMM Nusa Tenggara Barat (NTB), dan DPD IMM Sulawesi Tenggara.

Dengan hasil rekomendasi semua peserta Tanwir XVII untuk Tuan Rumah Muktamar maka masih dalam tahap verifikasi yang akan diputuskan oleh rapat pleno DPP IMM. Alasan kenapa belum diputuskan adalah dikarenakan terjadi chaos dan SC Tanwir mengambil alih, sehingga penetapan tuan rumah dikembalikan ke DPP IMM untuk memutuskannya.

Atas dasar persoalan tersebut maka, DPD IMM Jawa Timur, menyampaikan hasil Tanwir IMM XXVII di Sorong pada 12-15 Januari 2018, untuk dijadikan rujukan sekaligus sikap, maupun tindakakan agar tidak semakin memperkeruh kondisi internal IMM secara nasional, dimana banyak sekali berita yang membuat keadaan semakin keruh, dan kader di setiap level pimpinan juga terbawa arus persoalan melalui berita yang bertebaran, sebagai berikut:

1. Menegaskan bahwa DPD IMM Jawa Timur tetap menunggu keputusan resmi DPP IMM terkait problematika dan penyelesaian konflik internal DPP IMM, dan agar segala persoalan diselesaikan secara arif dan bijak.
2. Menegaskan kepada semua pihak untuk tidak memperkeruh persoalan melalui media sosial atau media apapun, maupun melakukan provokasi dan mengadu domba antar kader dalam konflik internal DPP IMM.
3. Kepada PC IMM, PK IMM, dan seluruh kader se Jawa Timur khususnya dan se-Indonesia umumnya, untuk tetap fokus melakukan konsolidasi organisasi dan memassifkan gerakan di semua level kepemimpinan.
4. DPD IMM Jawa Timur menegaskan tidak memberikan dukungan, baik terhadap keputusan pengangkatan tuan rumah Muktamar maupun Plt DPP IMM yang sudah muncul dalam berita yang ada, serta melalui klaim “oknum” kader IMM tertentu yang sudah muncul sebelum hasil pleno DPP IMM dikeluarkan secara resmi.
5. DPD IMM Jawa Timur akan tetap menunggu keputusan resmi DPP IMM terkait hasil pleno untuk penetapan tuan rumah Muktamar dari 4 (empat) DPD yang telah mengajukan diri tuan rumah.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, pernyataan sikap ini dibuat dengan sebenar-benarnya demi keberlangsungan IMM yang lebih baik dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya, serta untuk menentukan sikap atas dinamika internal DPP IMM serta dinamika Tanwir XXVII di Sorong.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "DPD IMM Jatim Sikapi Kabar Simpang Siur Tentang Hasil Tanwir Sorong"