Headline News
Loading...

Kunci Pemberdayaan ada di Ekonomi dan Politik

Baca Kabar ini juga . . .

Foto : Suasana PPM IMM Komisariat Aufklarung Teknik UMM

Malang, IMMJATIM.ORG Bergerak pada wilayah kemasyarakatan sudah menjadi keharusan bagi kader – kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) karena hal tersebut sudah menjadi salah satu lahan garap yang tertuang pada landasan normatif IMM. Begitu juga yang dilakukan oleh IMM komisariat Aufklärung Teknik Universitas Muhammadiyah Malang.


Sebagai organisasi yang sudah menegasakan arah geraknya untuk membebaskan dan berpihak kepada kaum mustadh’afin (kaum yang lemah dan dilemahkan), IMM komisariat Aufklärung Teknik mengadakan Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai bekal untuk menganalisis kondisi konkret yang ada di indonesia sebelum melakukan pemberdayaan secara langsung.

Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat yang dikuti oleh 22 Pimpinan Harian Rayon dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 29 hingga 31 Desember 2017 di SD 05 Muhammadiyah, kec. Bumi Aji, Kota Batu.

Suwahyu selaku ketua bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat menjelaskan bahwa PPM ini memang diarahkan untuk membedah kondisi realitas masyarakat indonesia yang saat ini masih terbelenggu pada kemiskinan dan ketertindasan, padahal kalau kita tinjau secara sumber daya alam indonesia tidak mengalami kekurangan sedikitpun seharusnya tidak ada syarat masyarakat indonesia untuk miskin.

Dalam PPM ini materi - materi yang diberikan kepada peserta lebih terfokus pada ekonomi–politik dan konsep pemberdayaan masyarakat.

“Ekonomi dan politik haruslah dipahami oleh setiap kader IMM komisariat Aufklärung Teknik agar nantinya dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dapat mengetahui alasan dan maksud dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, tidak hanya sekedar langsung turun tapi juga mempunyai landasan yang kuat,” tambah Suwahyu.

Hal senada juga disampaikan oleh Habibi selaku sekretaris bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa jurusan teknik informatika yang akrab dipanggil cupalo tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan yang sesungguhnya adalah perjuangan ekonomi dan politik bukan hanya sekedar bersifat charity saja tanpa menyentuh problem utamanya yang merupakan penyebab dari kemiskinan contohnya bakti sosial, tapi pemberdayaan yang dilakukan harus lebih dari itu yakni dengan terlibat secara langsung dalam upaya penyelesain permasalahan ekonomi dan politik.

“Aspek ekonomi yang kita maksud adalah upaya pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan, dan aspek politik adalah upaya memperjuangkan hak untuk hidup, karena kebijakan–kebijakan yang dikeluarkan oleh rezim senantiasa mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, dengan harapan perjuangan secara politik ini adalah mereka berani mengawal kebijakan yang dikeluarkan oleh rezim dan berani melawan ketika tidak berpihak, sekali lagi politik adalah memperjuangkan hak untuk hidup bukan menitipkan nasib pada partai politik yang dihuni oleh kepentingan segelintir orang” tambahnya.

Forum pendidikan yang dilakukan berjalan lancar dengan nuansa santai tapi serius, berbagai kesan pun muncul, salah satunya dari Gilang yang merupakan peserta PPM.

“Pusing parah, awalnya bingung memahami ekonomi dan politik, tapi pelan–pelan akhirnya bisa memahaminya juga, sekarang kita dapat mengetahui kondisi yang ada di indonesia serta mengetahui penyebab ketimpangan sosial dan ekonominya” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan hampir semua peserta yang mengikuti pendidikan pemberdayaan masyarakat.

Setelah melakukan PPM ini peserta akan menjalankan rencana tidak lanjut yakni membuat konsep pemberdayaan masyarakat dan melakukan pemberdayaan langsung ke masyarakat.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi IMM komisariat Aufklärung Teknik dalam membebaskan dan berpihak kepada kaum mustadh’afin. (rud/ubay)
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Kunci Pemberdayaan ada di Ekonomi dan Politik"