Headline News
Loading...

Ihtiar dalam Mu'amalat

Baca Kabar ini juga . . .

oleh : Immawati Nurulita
(Ketua Bidang Kewirausahaan IMM UNAIR Komisariat Jenderal Soedirman)

IMMJatim.org - Tau kah kamu apa itu ihtikar? Ihtikar secara etimologi adalah perbuatan menimbun, pengumpulan (barang-barang) atau tempat untuk menimbun. Pengertian secara lengkap adalah membeli barang melebihi kebutuhan dengan tujuan menimbunnya, menguasai pasar dan dijual dengan harga tinggi sekehendaknya pada saat khalayak ramai membutuhkannya. Aksi menimbun barang dengan tujuan menguasai pasar dan menentukan harga seenaknya telah dilakukan oleh sebagian pedagang sejak dahulu kala.


Menurut buku Harta Haram Muamalat Kontemporer menjelaskan bahwa Islam tidak melarang pedagang meraup tinggi laba sebesar-besarnya dari usaha niaga yang dilakukan, selagi tidak melanggar hak-hak Allah dan tidak merugikan orang lain, baik individu maupun khalayak ramai.

Dalam QS. Al Maidah:2 dapat dipahami secara jelas sejumlah pesan antara lain tentang perintah untuk saling tolong menolong sesama manusia serta larangan untuk saling menganiaya kepada sesama termasuk dalam hal perniagaaan yaitu seperti penimbunan barang. Yang mana seseorang dilarang untuk melakukan penimbunan barang karena akan merugikan salah satu pihak dalam hal tersebut.

Sebagaimana Nabi saw tidak mau menzalimi para pedagang dengan menurunkan laba yang seharusnya mereka dapatkan dari kenaikan harga, maka beliau juga tidak mau para pedagang menzalimi khalayak ramai dengan cara ihtikar sehingga harga barang-barang kebutuhan pokok naik tinggi yang berakibat kepada menurunnya daya beli uang yang berada di tangan masyarakat banyak.

ANCAMAN PADA PELAKU IHTIKAR
Islam mengharamkan orang menimbun dan mencegah harta dari peredaran. Islam mengancam mereka yang menimbunnya dengan siksa yang pedih di hari kiamat. 

Oleh karena besarnya dampak ihtikar terhadap rakyat banyak maka Nabi saw mencap pelakunya sebagai pendosa, Nabi saw juga bersabda:
“ Ihtikar tidak akan dilakukan kecuali oleh seorang pendosa” (HR.Muslim).

Selain dicap sebagai pendosa, pelaku ihtikar pantas dilemparkan ke dalam jurang neraka yang dalam, karena dia telah menyusahkan orang banyak untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Karena begitu berat ancaman bagi pelaku ihtikar maka Ibnu Hajar Al Haitami mengklasifikasikan aksi menimbun ini ke dalam dosa besar. (*)

Sumber referensi :
- Harta Haram Muamalat Kontemporer; Dr. Erwandi Tarmizi
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Ihtiar dalam Mu'amalat"