Headline News
Loading...

Ube yang Terpuruk itu kini Bangkit

Baca Kabar ini juga . . .

Foto: Azrohal Hasan

IMMJatim.org - Ube adalah sebuah kota yang bangkit dari keterpurukan, tahun 1950 kota ini mendapat predikat kota dengan polusi udara terburuk di dunia, Pabrik batubara adalah komoditas tambang unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat, banyak di antara masyarakat pekerja tambang selalu melampiaskan kebahagiaannya tiap malam dengan gaji mahal mereka sebagai pekerja tambang, uang hasil kerja seharian mereka nikmati semalam dengan membeli sake (minuman beralkohol khas Jepang) dan membeli makan-makanan mewah, mereka beranggapan belum tentu bisa hidup esok hari, pekerjaan yang sangat beresiko itu menjadi pilihan terakhir masyarakat untuk mendapatkan upah yang tinggi.

Menulusuri terowongan tambang yang gelap adalah perkerjaan pekerja tambang sehari-hari, terowongan yang sederhana dengan tiang-tiang kayu yang dapat kapanpun retak dan longsor akan menimbun pekerja. Batu bara yang dihasilkan di angkat naik dengan kereta tambang hingga permukaan, ada juga yang menggunakan bantuan katrol yang di tarik beberapa ibu-ibu dari permukaan tanah, suasana Ube yang ramai pertambangan membuat kota kecil di prefecture Yamaghuci ini menghasilkan limbah padat dan juga asap tebal yang membuat langit selalu abu-abu, sampai pada suatu ketika anak-anak di sekolah dasar mendapatkan tugas menggambar pemandangan pasti langit akan diwarnai abu-abu, karena dari mereka lahir langit tidak pernah menampakkan warna birunya.

Foto: Azrohal Hasan dan buku karya IMM Surabaya (Urban Development)

Kota dikawasan pesisir selatan pulau Honshu ini menjadi pusat transaksi international dari sejak perang dunia ke 2, beberapa tempat-tempat produksi telah berdiri terutama impor dan ekspor batubara untuk kebutuhan kereta api di Jepang, beberapa di impor dari Indonesia dan beberapa negara di Amerika Latin, perkembangan tambang Batubara mulai redup ketika banyak mesin termasuk kereta api beralih ke bahan bakar minyak, budget yang dikeluarkan untuk modal pertambangan tidak sebanding dengan batubara yang dihasilkan, kualitas batubara Ube juga masih kalah bagus dengan batubara yang di import, beberapa tempat pertambangan akhirnya gulung tikar.

Kini kota Ube memiliki konsep tersendiri, berdirinya pabrik-pabrik dipesisir selatan Ube di bawah naungan Ube Industri sebagai pangajang tangan pemerintah untuk membuat induk perusahaan, yang mempunyai berbagai anak perusahaan yang memproduksi komponen-komponen mobil terutama merk Nissan, yang tersemat dalam processor smartphone Samsung dan Iphone, obat-obatan yang menjadi unggulan adalah obat pencegah stroke, pupuk kimia pertanian, dan masih banyak lagi yang di produksi kota ini. Pencemaran dari pabrik-pabrik itu pun dapat teratasi setiap pabrik harus dapat pengawasan ketat untuk setiap limbah yang dikeluarkan, selain itu pengelolahan Lingkungan sangat baik dikota ini, tidak ada lagi sampah yang bercecer dijalanan, meskipun sepanjang mata memandang tidak tempat sampah yang disediakan di tempat-tempat umum. Setiap orang yang menghasilkan sampah dia harus bertanggung jawab terhadap sampahnya, bahkan ketika mengajak anjing jalan-jalan kemudian buang air besar pemiliknya harus mengambil dan membawanya pulang untuk di buang dirumah masing masing. Pengelolahan air pun sangat baik air yang di proses oleh PDAM bisa langsung di minum. Beginilah kota Ube Model sebuah konsep kota ramah lingkungan (Eco Town), generasi sekarang ingin mewariskan lingkungan bersih dan nyaman untuk penerus kota.

*) Azrohal Hasan
Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan DPD IMM Jatim
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Ube yang Terpuruk itu kini Bangkit"