Headline News
Loading...

Say No to Riba!

Baca Kabar ini juga . . .


oleh: Nurulita Ipmawati*

Taukah kamu apa penyakit ekonomi masyarakat yang telah dikenal lama dalam peradaban masyarakat pada masa kini? Ya, penyakit itu adalah Riba. Riba dalam bahasa Arab berarti “bertambah”. Maka segala sesuatu yang bertambah dinamakan Riba. Dan menurut Istilah riba berarti menambahkan beban kepada pihak yang berhutang atau istilah riba dalam ekonomi Islam dikenal dengan riba dayn yang artinya menambahkan takaran saat melakukan tukar menukar 6 komoditi (emas, perak, gandum, sya’ir, kurma dan garam) dengan jenis yang sama, atau tukar menukar emas dengan perak dan makanan dengan makanan dengan cara yang tidak tunai (yang dikenal dengan riba Ba’i).


Bagaimana hukum Riba dalam Islam? 
Dalam QS Al-Baqarah ayat 275 bahwa Allah berfirman: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Dan Allah juga mengancam akan memerangi orang-orang yang tidak menuruti-Nya untuk meninggalkan riba. Tercantum dalam QS Al Baqarah ayat 279 yang berbunyi:” Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.


Apa dampak dari Riba?
Riba merupakan salah satu penyebab utama Inflasi. Inflasi, keadaan perekonomian yang ditandai oleh kenaikan secara cepat sehingga berdampak pada menurunnya daya beli sebuah mata uang. Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus  berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.


Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.

Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi yang menjadi tujuan akan terhambat.

Solusi dari Inflasi
Bisa dibayangkan betapa besar kezaliman yang diakibatkan oleh riba. Di mana lebih dari 200 juta penduduk Indonesia akan merasakan dampaknya, yaitu berkurangnya daya beli uang yang didapatkan oleh masyarakat dari hasil jerih payah mereka. Oleh karena itu, Islam membantu dari permasalahan diatas dengan sistem bagi hasil (profit and loss sharing). Sistem bagi hasil menjamin adanya keadilan dan tidak ada pihak yang tereksploitasi (didzalimi).


*Penulis merupakan Ketua Bidang Kewirausahaan IMM Unair Komisariat Jenderal Soedirman, Surabaya
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Say No to Riba!"