Headline News
Loading...

PROFIL



Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur merupakan salah satu DPD IMM dengan jumlah teritorial terluas di Indonesia, sejarah panjang berdirinya DPD IMM Jawa Timur tidak bisa dipungkiri berkat kerja keras para Senior dan Founding Fathernya. Dengan jumlah 25 cabang yang dinaunginya, DPD IMM Jawa Timur memantabkan dakwahnya bahwa IMM harus mampu menyebar sampai dipelosok negeri.

Dalam periode 2016-2018 DPD IMM Jawa Timur gerakannya yang pertama pada sektor perkaderan. Kepengurusan periode 2016-2018 ini melihat memudarnya gerakan dan nilai - nilai IMM yang tidak bisa dipungkiri karna internalisasi ideologi yang kurang efektif. Maka, sejarah panjang perjalanan IMM akan mampu dilanjutkan ketika kader yang memegang nilai - nilai ikatan mampu diciptakan dan dibentuk kembali. Selain itu, DPD IMM Jawa Timur yang kerap disebut sebagai DPD terbesar (secara kuantitas) dan "kiblat" perkaderan ikatan juga sepatutnya untuk menjadi pelopor dalam perkaderan baik regional maupun nasional untuk menjadi lebih baik sekaligus memperkuat, memperkokoh "predikat" IMM Jawa Timur sebagai kiblat perkaderan, sebagai panutan, dan penggerak.

Sementara itu, titik gerakan yang kedua ada pada gerakan IMM Jawa Timur itu sendiri, yaitu dengan menekankan pada fungsi kader ikatan sebagai kader bangsa, tentunya dalam menjawab problematika kebangsaan dan tantangan kebangsaan yang hadir seiring waktu. Maka, kemudian dua poin penting arah gerak DPD IMM Jawa Timur tersebut harus saling terintegrasikan dengan baik, yaitu pada peran IMM sebagai laboratorium perkaderan yang harus mampu menunjang kapasitas kader-kadernya melalui sistem dan proses perkaderan yang matang dan bagus untuk kemudian mampu diimplementasikan dalam menjawab problematika kebangsaan, responsif dalam menyikapi berbagai permasalahan kebangsaan, mampu menjadi solusi bagi berbagai tantangan kebangsaan.

Selanjutnya sinergitas yang dalam beberapa persoalan kader IMM seakan - akan kurang memahami pentingnya sinergitas dalam wilayah perkaderan baik dengan muhammadiyah dan ortom lainnya, dalam konteks ini tidak hanya dialog dan diskusi saja proses penyelesaiannya, akan tetapi IMM juga harus menunjukkan peran-peran secara realistis dan ideologis supaya kehadiran IMM mampu dirasa tanpa harus menuntut untuk dirasakan perannya, hal ini yang akan membuat kader IMM mampu berdiaspora dengan baik dalam persyarikatan.